Kamis, 12 Februari 2015

Kisah Abu Nawas Mengadakan Walimah



ABU NAWAS MENGADAKAN WALIMAH
Abu Nawas adalah orang yang paling terkenal ahli dibidang politik, pun juga mempunyai istri yang cantik.
Pada suatu saat ketika ia sedang keluar berjalan-jalan bersama istrinya banyak orang laki-laki yang melihatnya dengan mata melotot, banyak pula yang menggoda istrinya. Setiap istrinya keluar rumah banyak orang laki-laki menaruh perhatian karena kecantikannya dan berteriak-teriak, “Biyuh-biiyuh mendah ya... mendah ya... anunya... rasanya...!” Hal itu dilakukan sampai berulangkali.
Lama-lama Abu Nawas timbul rasa marah dan tidak tenang hatinya. Sebenarnya ia juga sudah menyadari bahwa orang-orang yang berteriak seperti itu dalam hatinya kurang ada yang memberi pitutur atau pengarahan. Akhirnya Abu Nawas berusaha untuk mengumpulkan mereka, yaitu dengan cara mengadakan “Walimahan”.
Semua orang yang biasa menggoda istrinya itu diundang, tidak ada satupun yang ketinggalan. Namun dalam memberi hidangan atau menyuguh para undangan itu Abu Nawas membuat kue-kue raoti pokis. Semua yang hadir diberi hidangan satu macam kue-kue pokis tersebut namun diberi dengan warna yang berbeda-beda, setiap satu piring satu warna tapi rasanya sama.
Setelah undangannya hadir semua dan menduduki kursi yang sudah disediakan, Abu Nawas  langsung mempersilahkan menikmati hidangan yang sudah tersedia di hadapan masing-masing. Setelah mereka menikmati hidangan yang ada di hadapannya ternyata masih kurang puas. Yang tadinya makan roti pokis berwarna merah masih berkeinginan makan yang berwarna hijau. Dan yang tadinya makan yang berwarna hijau masih ingin makan yang berwarna putih dan lain sebagainya. Abu Nawas terus mempersilahkan makan yang berwarna apa saja boleh, bebas dan sepuas-puasnya. Tapi para hadirin menjawab, meskipun warnanya berbeda-beda rasanya sama tetap roti pokis. Lalu Abu Nawas berkata kepada para hadirin, “Sebenarnya kamu semua juga punya roti pokis sendiri-sendiri tapi masih biasa mengharapkan miliknya orang lain. Oleh karena itu nikmatilah istri-istrimua sepuas-puasnya jangan melirik-lirik istri orang lain. Sebenarnya kamu semua sudah punya istri saya juga punya istri, milikmu dan milikku rasanya sama saja. Maka janganlah suka menggoda istri orang lain”.

1 komentar: