ABU NAWAS
MENGADAKAN WALIMAH
Abu Nawas adalah orang yang paling terkenal ahli dibidang
politik, pun juga mempunyai istri yang cantik.
Pada suatu saat ketika ia sedang keluar berjalan-jalan bersama
istrinya banyak orang laki-laki yang melihatnya dengan mata melotot, banyak
pula yang menggoda istrinya. Setiap istrinya keluar rumah banyak orang
laki-laki menaruh perhatian karena kecantikannya dan berteriak-teriak, “Biyuh-biiyuh
mendah ya... mendah ya... anunya... rasanya...!” Hal itu dilakukan sampai
berulangkali.
Lama-lama Abu Nawas timbul rasa marah dan tidak tenang
hatinya. Sebenarnya ia juga sudah menyadari bahwa orang-orang yang berteriak
seperti itu dalam hatinya kurang ada yang memberi pitutur atau pengarahan. Akhirnya
Abu Nawas berusaha untuk mengumpulkan mereka, yaitu dengan cara mengadakan “Walimahan”.
Semua orang yang biasa menggoda istrinya itu diundang,
tidak ada satupun yang ketinggalan. Namun dalam memberi hidangan atau menyuguh
para undangan itu Abu Nawas membuat kue-kue raoti pokis. Semua yang hadir
diberi hidangan satu macam kue-kue pokis tersebut namun diberi dengan warna
yang berbeda-beda, setiap satu piring satu warna tapi rasanya sama.
Setelah undangannya hadir semua dan menduduki kursi yang
sudah disediakan, Abu Nawas langsung
mempersilahkan menikmati hidangan yang sudah tersedia di hadapan masing-masing.
Setelah mereka menikmati hidangan yang ada di hadapannya ternyata masih kurang
puas. Yang tadinya makan roti pokis berwarna merah masih berkeinginan makan
yang berwarna hijau. Dan yang tadinya makan yang berwarna hijau masih ingin
makan yang berwarna putih dan lain sebagainya. Abu Nawas terus mempersilahkan
makan yang berwarna apa saja boleh, bebas dan sepuas-puasnya. Tapi para hadirin
menjawab, meskipun warnanya berbeda-beda rasanya sama tetap roti pokis. Lalu Abu
Nawas berkata kepada para hadirin, “Sebenarnya kamu semua juga punya roti pokis
sendiri-sendiri tapi masih biasa mengharapkan miliknya orang lain. Oleh karena
itu nikmatilah istri-istrimua sepuas-puasnya jangan melirik-lirik istri orang
lain. Sebenarnya kamu semua sudah punya istri saya juga punya istri, milikmu
dan milikku rasanya sama saja. Maka janganlah suka menggoda istri orang lain”.
ooooyooo
BalasHapus