Nabi Ya’kub dan Malaikat Maut
Nabi Ya’kub adalah putra Nabi Ishaq bin Ibrahim, beliau
diutus oleh Allah menyampaikan agama di negeri Kan’an.
Dalam kehidupannya sebagaimana masyarakat biasa pada
umumnya, beliau bercocok taam dan beternak. Karena hidupnya yang sangat
sederhana ini banyak orang yang tidak percaya terhadap misi kenabian yang
dibawanya.
Pada suatu saat sedang berada dirumahnya, pernah
didatangi oleh malaikat maut yaitu malaikat Izra’il. Malaikat Izra’il
mengucapkan salam kepada Nabi Ya’kub dan Nabi Ya’kub menjawabnya.
Dan Nabi Ya’kub bertanya, “Wahai saudaraku! Engkau datang
kemari untuk bersilaturahmi atau atau mencabut nyawaku?”. “Aku datang kemari
untuk bersilaturahmi”, jawab Malaikat Izra’il. “Kalau begitu aku berpesan
kepadamu wahai saudaraku, sewaktu-waktu nanti kamu diutus Allah untuk mencabut
nyawaku, tolong aku diberi kabar lebih dulu supaya aku bersiap-siap”, kata Nabi
Ya’kub.
“Oh tentu, sewaktu-waktu jika Allah mengutus kepadaku
untuk mencabut nyawamu pasti aku akan mengirim tiga atau empat utusan kepadamu
untuk memberi kabar akan datangnya kematianmu”, kata malaikat Izra’il. “Kalau
begitu aku ucapkan terima kasih”, sahut Nabi Ya’kub. Lalu malaikat Izra’il
meninggalkan Nabi Ya’kub.
Beberapa tahun kemudian malaikat maut datang lagi menemui
Nabi Ya’kub, seperti dahulu Nabi Ya’kub bertanya “Wahai saudaraku engkau datang
ingin bersilaturahmi atau ingin mencabut nyawaku?”, “Aku datang kemari ingin
mencabut nyawamu”, jawab malaikat maut. Mendengar jawaban malaikat maut itu
Nabi Ya’kub langsung terkejut sambil berkata, “Lho..!! dulu kamu kan sudah
berjanji kepadaku, jika swaktu-waktu kamu sudah diutus oleh Allah untuk
mencabut nyawaku, kamu akan mengirim tiga atau empat utusan untuk memberi kabar
kepadaku kenapa sekarang utusan itu belum datang dan kamu kok sudah datang
untuk mencabut nyawaku?”.
Malaikat maut menjawab, “Wahai saudaraku! Bukankah sejak
dulu aku sudah mengirim utusan-utusanku kepadamu untuk memberi kabar dekatnya
kematianmu? Dan mengapa kamu tidak merasa tahu, kalu empat utusanku sudah
datang kepadamu dan sudah berada padamu?”, jawab malaikat maut menjelaskan.
“Coba sebutkan empat utusanmu itu kepadaku sebelum aku menyerah.”, lalu
malaikat maut memberi penjelasan kepada Nabi Ya’kub dengan nada setia, “Wahai
saudaraku empat utusanku padamu diantaranya” :
1. Memutihnya rambutmu itu sebagai utusanku
kepadamu.
2. Membungkuknya bandanmu itu sebagai utusanku
kepadamu.
3. Mengusutnya kulitmu itu sebagai utusanku
kepadamu.
4. Kempongnya gigimu itu sebagai utusanku
kepadamu.
Dengan adanya keterangan dari malaikat maut seperti itu
Nabi Ya’kub langsung menyerah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar