Kamis, 19 Februari 2015

Kisah Nabi Ya'kub dan Malaikat Maut



Nabi Ya’kub dan Malaikat Maut
Nabi Ya’kub adalah putra Nabi Ishaq bin Ibrahim, beliau diutus oleh Allah menyampaikan agama di negeri Kan’an.
Dalam kehidupannya sebagaimana masyarakat biasa pada umumnya, beliau bercocok taam dan beternak. Karena hidupnya yang sangat sederhana ini banyak orang yang tidak percaya terhadap misi kenabian yang dibawanya.
Pada suatu saat sedang berada dirumahnya, pernah didatangi oleh malaikat maut yaitu malaikat Izra’il. Malaikat Izra’il mengucapkan salam kepada Nabi Ya’kub dan Nabi Ya’kub menjawabnya.
Dan Nabi Ya’kub bertanya, “Wahai saudaraku! Engkau datang kemari untuk bersilaturahmi atau atau mencabut nyawaku?”. “Aku datang kemari untuk bersilaturahmi”, jawab Malaikat Izra’il. “Kalau begitu aku berpesan kepadamu wahai saudaraku, sewaktu-waktu nanti kamu diutus Allah untuk mencabut nyawaku, tolong aku diberi kabar lebih dulu supaya aku bersiap-siap”, kata Nabi Ya’kub.
“Oh tentu, sewaktu-waktu jika Allah mengutus kepadaku untuk mencabut nyawamu pasti aku akan mengirim tiga atau empat utusan kepadamu untuk memberi kabar akan datangnya kematianmu”, kata malaikat Izra’il. “Kalau begitu aku ucapkan terima kasih”, sahut Nabi Ya’kub. Lalu malaikat Izra’il meninggalkan Nabi Ya’kub.
Beberapa tahun kemudian malaikat maut datang lagi menemui Nabi Ya’kub, seperti dahulu Nabi Ya’kub bertanya “Wahai saudaraku engkau datang ingin bersilaturahmi atau ingin mencabut nyawaku?”, “Aku datang kemari ingin mencabut nyawamu”, jawab malaikat maut. Mendengar jawaban malaikat maut itu Nabi Ya’kub langsung terkejut sambil berkata, “Lho..!! dulu kamu kan sudah berjanji kepadaku, jika swaktu-waktu kamu sudah diutus oleh Allah untuk mencabut nyawaku, kamu akan mengirim tiga atau empat utusan untuk memberi kabar kepadaku kenapa sekarang utusan itu belum datang dan kamu kok sudah datang untuk mencabut nyawaku?”.
Malaikat maut menjawab, “Wahai saudaraku! Bukankah sejak dulu aku sudah mengirim utusan-utusanku kepadamu untuk memberi kabar dekatnya kematianmu? Dan mengapa kamu tidak merasa tahu, kalu empat utusanku sudah datang kepadamu dan sudah berada padamu?”, jawab malaikat maut menjelaskan. “Coba sebutkan empat utusanmu itu kepadaku sebelum aku menyerah.”, lalu malaikat maut memberi penjelasan kepada Nabi Ya’kub dengan nada setia, “Wahai saudaraku empat utusanku padamu diantaranya” :
1.      Memutihnya rambutmu itu sebagai utusanku kepadamu.
2.      Membungkuknya bandanmu itu sebagai utusanku kepadamu.
3.      Mengusutnya kulitmu itu sebagai utusanku kepadamu.
4.      Kempongnya gigimu itu sebagai utusanku kepadamu.
Dengan adanya keterangan dari malaikat maut seperti itu Nabi Ya’kub langsung menyerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar