Orang Yang Izin Berzina
Rasulullah SAW. adalah salah seorang yang terkenal
kesabarannya. Beliau tidak pernah berbuat keras meskipun kepada orang benci
kepadanya. Pada suatu saat beliau sedang berkumpul dengan para jama’ah dari
sahabat-sahabatnya dan hendak menyampaikan masalah ilmu agama, tiba-tiba
datanglah kepadanya seorang pemuda dengan tergesa-gesa dan mendekati Rasulullah
lalu berkata, “Wahai Rasulullah izinkanlah aku untuk melakukan zina”.
Mendengar kata-kata seorang pemuda itu para jama’ah marah-marah
dan menghardiknya sambil berkata, “Wahai pemuda! bicara apa kamu itu? Di sini
adalah tempat Majelis Ta’lim bukan rundingan maksiat seperti pembicaraanmu
itu!”.
Melihat para jama’ah yang menghardik seorang pemuda
dengan kasar itu, lalu Rasulullah berkata sebaliknya, yakni dengan halus dan
tutur kata yang lembut. “Wahai pemuda! Mendekatlah kamu kepadaku”, kata
Rasulullah dengan penuh kasih. “Apakah kamu senang jika ibumu dizinai orang?”,
lanjutnya setelah pemuda itu mendekat kepada Rasulullah.
“Demi Allah tentu tidak senang”, jawab pemuda itu.
“Begitu juga dengan orang lain tentu sangat tidak senang jika ibunya dizinai
orang”, sahut Rasulullah. “Apa kamu senang jika anak gadismu dizinai orang?”,
“Demi Allah tentu tidak senang”, jawab pemuda itu. “Begitu juga dengan orang
lain tentu tidak senang kalau anak gadisnya dizinai orang”, sahut Rasulullah.
“Apakah kamu senang jika saudara permpuanmu dizinai orang?, lanjutnya.
“Demi Allah tentu tidak senang”, jawab pemuda itu.
“Begitu juga dengan orang lain tentu tidak senang jika saudara perempuannya
dizinai orang”, sahut Rasulullah. “Apakah kamu senang jika bibimu dizinai
orang?”, lanjut Rasulullah.
“Demi Allah tentu tidak senang”, jawab pemuda itu.
“Begitu juga dengan orang lain tentu tidak berbeda seperti kamu jika ibunya,
saudara perempuannya atau bibinya dizinai orang tentu tidak senang”, jelas
Rasulullah. Setelah mendengar semua jawaban dari pemuda itu lalu Rasulullah
melanjutkan kata-katanya dengan lemah lembut, sopan dan tidak marah sambil
meletakkan tangannya di atas pundak pemuda itu. “Maka janganlah kamu berbuat
zina. Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu, mensucikan hatimu dan memelihara
kemaluanmu, takutlah kepada Allah dimana saja kamu berada”.
Mendengar ucapan Rasulullah seperti itu pemuda tadi
terketuk hatinya kemudian ia bertaubat dan tidak punya keinginan untuk berzina
lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar