KISAH
PENJUAL DAN PEMBELI TANAH
Rasulullah
pada suatu saat berkumpul dengan para sahabatnya dan menceritakan kisah dua
orang laki-laki yang berjual beli sebidang tanah.
Dua orang
tersebut setelah bermusyawarah dan bersepakat tentang harga yang sudah
ditentukan si pembeli langsung menyerahkan uang kepada si penjual. Lalu pada
suatu hari tanah tersebut oleh si pembeli digali untuk buat sumur dan didirikan
bangunan, ternyata di dalam tanah yang digali itu ditemukan sebuah jun besar
yang berisi emas terpendam di dalamnya. Akhirnya jun dan emas itu oleh si
pembeli diambil dan diberikan kepada si penjual dengan alasan hanya membeli
sebidang tanah.
Namun apa gerangan kata si penjual, “Tidak! Emas ini sudah menjadi milikmu”. “Tidak”, kata si pembeli. “Aku hanya membeli sebidang tanahnya saja”. Kemudian terjadilah perdebatan dan saling beda pendapat diantara mereka, sehingga keduanya mengadukan masalanya kepada Hakim untuk diadili.
Setelah
terjadidialog antara mereka berdua dengan Hakim ternyata Hakim gampang saja
memutuskan perkara itu. Namun sebelum Hakim memberi keputusan tentang siapa yang
harus dimenangkan dan siap dikalahkan dipanggillah kedua orang itu untuk
menghadap Hakim. Lalu Hakim bertanya, “Kamu, wahai si pembeli tanah! Punya anak
laki-laki atau tidak?”
“Punya”, jawab si pembeli.
“Dan
kamu, si penjual! Punya anak perempuan atau tidak?”
“Punya”,
jawab si penjual tanah.
“Kalau
begitu aku putuskan kawinkan saja kedua anak kalian, dan emas itu berikanlah
kepada kedua anak kalian agar dapat saling memiliki”.
Akhirnya kedua orang itu, si pembeli dan si penjual sepakat menjadi besan dan emas itupun langsung diberikan kepada anak mereka berdua.
Kisah ini menunjukkan ke-zuhud-an si penjual dan si pembeli tanah. Harta bukanlah segalanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar