Kamis, 29 Januari 2015

Kisah Ibnu Hajar

KISAH IBNU HAJAR
        Ibnu Hajar adalah sosok yang patut diteladani bagi para santri di Pondok Pesantren dalam ketelatenannya. Pada asal mulanya beliau adalah orang yang sangat bodoh dan tidak cerdas pikirannya, beliau bermukim di Pondok Pesantren sudah beberapa tahun, tapi ia merasa belum menghasilkan apapun, bahkan teman-teman sesamanya sudah tamat dari pelajarannya masing-masing, tapi ia masih dalam tingkatan kelas paling rendah.

        Melihat keadaan seperti itu Ibnu Hajar putus asa, apalagi mengingat usianya semakin tua dan jenggotnyapun sudah panjang. Dalam pikirnya ia berkata, “Wah daripada lama-lama di Pondok tetap begini saja, lebih baik pulang (boyong).” Dan seketika itu pula ia berangkat menuju rumah sambil membawa barang-barangnya. Kemudian atas sifat Qudrat dan Iradah Allah SWT. di tengah perjalanturunlah hujan yang lebat Ibnu Hajar jadi kalang kabut kebingungan sebab ia membawa barang bawaannya yang cukup banyak, lalu ia berteduh di bawah pohon yang besar. Rasa cemas dan penuh penyesalan menghantui dirinya, di bawah pohon itu ia termenung sambil redanya hujan, kemudian atas kekuasaan Allah tampaklah didekatnya ada sebuah batu yang besar hanya dengan tetesan air yang turun dari atas pohon menatap batu yang besar dan keras itu lama-lama batu itu berlubang, semakin banyak air yang menetes semakin besar pula lubangnya batu itu. Melihat hal seperti itu Ibnu Hajar terkesima, beliau merenung, berfikir dan akhirnya mengambil satu kesimpulan bahwa batu yang keras dan besar itu saja bisa berlubang karena tetesan air, masa pikiranku yang bodoh dan tumpul ini lama-lama tidak pintar dan tajam kalau disiram dengan ilmu terus-menerus?

        “Wah, kalau begitu aku kembali saja ke Pondok daripada nanti aku pulang belum membawa ilmu, apalagi kalau dirumah banyak masyarakat yang bertanya-tanya”, pikirnya ketika itu. Maka kembalilah Ibnu Hajar ke Pondoknya lagi dengan tekad dan semangat serta penuh rasa tawakal kepada Allah dan berkah ketelatenannya serta cita-cita yang tinggi, Ibnu Hajar lama-lama bertambah pintar dan berhasillah beliau menjadi orang yang alim dan pulang dari Pondok membawa ilmu yang banyak dan disebut “IBNU HAJAR” karena peristiwa batu tersebut.


Inilah kisah seorang alim ahli hadits dari tanah Ashkelon Palestina, Ibnu Hajar al 'Asqalani. Kisah ini mengajari kita untuk tidak mudah putus asa dan terus berjuang dan pantang menyerah.


"Umur bukanlah penghalang untuk mencari ilmu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar